Guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien (patient safety), RSUD dr. Harjono Ponorogo menggelar agenda besar berupa Inhouse Training (IHT) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Acara yang berlangsung secara maraton selama tiga hari tersebut membidik seluruh lini pegawai rumah sakit agar prosedur PPI tidak sekadar menjadi aturan, melainkan membudaya dalam aktivitas sehari-hari.
Narasumber kegiatan sekaligus dokter spesialis patologi klinik RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Widi Handriyanto, Sp.PK, menjelaskan bahwa pelatihan ini wajib diikuti oleh seluruh civitas hospitalia tanpa terkecuali. Menurutnya, mata rantai infeksi di lingkungan rumah sakit hanya bisa diputus jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama.
“Tujuannya agar seluruh civitas hospitalia semuanya terpapar dengan PPI ini. Bukan hanya dokter atau klinisi, tetapi juga teman-teman perawat, analis laboratorium, pihak manajemen, hingga garda pendukung seperti satpam dan cleaning service,” ujar dr. Widi saat ditemui di sela-sela kegiatan., Selasa (09/6/2026).

Pria yang juga bertugas di laboratorium RSUD dr. Harjono ini menambahkan, pelaksanaan IHT PPI ini dijadwalkan bergulir selama tiga hari mulai tanggal 9-11 Juni 2026. Tak tanggung-tanggung, pihak manajemen menargetkan sedikitnya 300 peserta dapat menyerap materi dan praktik pencegahan infeksi ini dengan optimal. Dirinya pun mengapresiasi tingginya animo para pegawai yang hadir sejak hari pertama.
“Targetnya sekitar 300 peserta. Saya melihat antusiasme dari seluruh rekan-rekan di hari pertama ini luar biasa sekali,” imbuhnya dengan nada optimis.
Bagi dr. Widi, muara dari pelatihan intensif ini adalah pembentukan karakter dan kebiasaan baru di lingkungan kerja. Mengubah sebuah regulasi menjadi budaya (culture) membutuhkan konsistensi tinggi yang harus dipraktikkan setiap hari oleh seluruh staf rumah sakit.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penerapan PPI yang ketat pada dasarnya tidak hanya melindungi pasien yang datang berobat, melainkan menjadi perisai bagi para tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai itu sendiri agar tidak membawa pulang penyakit ke rumah.
“Mari kita mempraktikkan dan membudayakan PPI. Ini bukan hanya untuk kepentingan pasien, tapi demi menjaga diri kita sendiri. Tentu kita tidak ingin nakes atau pegawai terkena infeksi di rumah sakit, lalu membawanya pulang ke keluarga di rumah. Kita ingin berangkat sehat, pulang ke rumah pun tetap menjaga diri dan bebas dari paparan penyakit,” pesannya mendalam.
Di akhir sesi, dokter spesialis yang ramah ini mengajak seluruh elemen di RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk memperkuat komitmen bersama demi menjaga nama baik dan mutu rumah sakit milik daerah tersebut.
“Mari kita budayakan, mari berkomitmen melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dr. Harjono Ponorogo yang kita cintai ini, demi keselamatan pasien dan kita semua,” pungkasnya.



