• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg


Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus chikungunya. Virus ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus.
Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk chikungunya. Cukup mengonsumsi obat-obat simptomatik (pereda gejala) seperti obat penurun panas atau penghilang rasa sakit. Yang penting cukup istirahat, minum, dan makanan bergizi. Virus chikungunya ini termasuk self limiting disease alias akan hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri akan tetap ada dalam hitungan minggu.
Bagi penderita, sangat dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. Vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam.
Satu-satunya cara menghindari penyakit ini adalah dengan menghindari/membasmi nyamuk pembawa virusnya. Nyamuk ini senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Serangga yang bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Selain itu, nyamuk ini juga menyenangi tempat yang gelap dan pengap.

Berita Terbaru

Studi Banding Ke RSUD Panembahan Senopati Bantul

1432647445460896035

 RSUD Panembahan Senopati Bantul, tampak depan

Ponorogo, 26/05/2015

Selamat datang di RSUD Panembahan Senopati Bantul, ada kiranya yang bisa kami bantu?” tanya petugas security dengan ramah.

“Kami rombongan dari Ponorogo bapak……” jawab saya sambil menurunkan kaca kanan mobil saya.

“Monggo bapak ibu, sampun dirantos wonten aula lantai 2, silahkan belok kanan dan parkir di temap parkir tamu….” jawabnya lagi sambil berlarian kecil sambil memberi aba-aba pada saya untuk memarkir mobil yang saya kendarai.

Selengkapnya...

Pelatihan Pokja PMKP dan Pokja SKP, dari Team Akreditasi RSUP Sardjito Yogyakarta

 

Ponorogo, 07 Sepetember 2015

Dibuka oleh direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo drg. Priyo Langgeng Tribinuko, MM di aula Sidomukti, dalam sambutannya direktur mengharap apa yang disampaikan dan diberikan oleh tutor untuk dicermati, dimengerti, di tindak lanjuti, guna pencapaian cita-cita bersama peningkatan mutu RSUD dr. Harjono Ponorogo. Ucapan terima kasih kepada para fasilitator dari RSUP Sardjito Yogyakarta atas waktunya, atas ilmu, dan luang waktunya untuk kebaikan yang dibagikan, begitu juga ucapan terima kasih pada semua karyawan yang mengkuti pelatihan. Dan menurut rencana pelatihan ini akan berlansung 3 hari, mulai hari ini (7-9 Sepetember 2015).

 

Pre test, peserta melakukan pre test sebelum pelatihan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sehingga memudahkan pemberian materi.

Menurut dr. Pudjo Mutu  berjalan bersama dengan keselamatan, keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling berhubungan.

Peningkatan mutu; pendekatan pendidikan berkelanjutan dan perbaikan proses-proses pemberian pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pasien dan pihak pihak yang berkepentingan lainnya (Kamus manual Standart JCI). Dalam pemaparan lebih lanjut beliau menyatakan manfaat program mutu ;

  1. Meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan
  2. Meningkatkan efisien pelayanan kesehatan
  3. Meningkatkan kepuasan pelanggan
  4. Melindungi pelaksanaan pelayanan dari gugatan hukum

Mutu kita yang tahu, kita yang melakukan, kita yang merasakan, dan kita yang melakukan dan merencanakan, mutu adalah kebutuhan.

Mutu sendiri bersifat khas;

  1. Mampu melaporkan setiap penyimpangan
  2. Flesiblean organiasi
  3. mudah
  4. Berorientasi pada masa depan
  5. Sesuai dengan keadaan organisasi
  6. Mudah dilaksanakan
  7. Mudah dimengerti

 

Siklus program mutu, mengidentifikasi masalah, menentukan penyebab masalah, menyusun penyelesaian mas, melaksanakan penyelesaian mas, menilai hasil yg dicapai, menyusun saran tindak lanjut. Sedangkan kompetensi untuk mutu rumah sakit ;

  1. perhatian kepada pasien
  2. pengetahuan kedokteran
  3. perbaikan dan belajar berbasis praktek
  4. keahlian berkomunikasi dan antar-personal
  5. profesionalisme
  6. praktek berbasis sistem

Dan berikut foto-foto kegitan tersebut di hari pertama

 

Salam Naga, Tradisi Hari Pertama Masuk Pasca Lebaran

Ponorogo, 22 Juli 2015

Salam Naga, entah siapa dan kapan memulai menggunakan istilah tersebut. Ini merupakan tradisi kantor-kantor yang mempunyai karyawan banyak, dan dilakukan pada hari pertama masuk kerja setelah liburan lebaran. Biasanya sesama karyawan saling bersalaman berjajar dan saling menyambung mirip naga, untuk tempat yang sempit bisa meliuk-liuk seberti lilitan ular naga, namun untuk tempat yang luas bisa memanjang mirip naga atau bahkan rangkaian gerbong kereta api. Biasnya dilakukan ditempat lapang atau halaman luar yang luas.

Selengkapnya...

Sosialisasi Cuci Tangan Lewat Lomba Tari

1415317978639325712

lewat tari memperagakan cuci tangan
 
 
Rumah sakit adalah pusat pengobatan dan perawatan suatu penyakit, berbagai penyakit serta masalah kesehatan yang harus ditangani. Berbagai penyakit menular serta penyakit lainnya berpadu mencari kesembuhan. Namun jika niat mencari kesembuhan justru menjadi sakit yang seharusnya bisa diantisipasi adalah merupakan masalah baru, dan masalah sudah jamak. Baik pagi pasien sendiri, petugas, ataupun keluarga (penunggu, pengantar) pasien. Selengkapnya...

Gebyak Akreditasi RSUD dr. Harjono S Ponorogo

Penandana tanganan komitmen bersama pada kain putih panjang

Ponorogo, 12/ 06/ 2015

Bertempat di halaman depan RSUD dr Harjono Ponorogo, Bapak Bupati Ponorogo menjadi penerima apel besar yang bertajuk "Gebyak Akreditasi Gemregah Bareng Yok Anyengkuyung Akreditasi di RSUD dr Harjono Ponorogo".

Acara tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari berbagai pihak terutama dari pihak Pemda dalam hal ini Bupati dengan jajarannya, jajaran muspida (TNI dan Polri), Bank Jatim, LSM dan komitmen bersama semua para karyawan. Karena akreditasi adalah kebutuhan dan tanggung jawab semua, terlebih lagi RSUD dr Harjono S adalah rumah sakit milik pemerintah yang otomatis milik rakyat di Ponorogo. Sebagai bapak-nya intansi-intansi punya kewajiban ketika anaknya (RSUD dr Harjono Ponorogo) punyai gawe, suport ini diberikan agar suksesnya akreditasi yang sedang dipersiapkan. Keberhasilan akreditasi adalah keberhasilan bersama, keberhasilan RSUD dr Harjono Ponorogo, keberhasilan Pemda Ponorogo, dan keberhasilan seluruh masyarakat Ponorogo.

Selengkapnya...

Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

 

Selengkapnya...

Pelatihan Penggunaan APAR Bagi Karyawan RSUD dr Harjono Ponorogo

 

Kejadian kebakaran adalah pengalaman pahit, dan pastinya semua tidak ingin kejadian tersebut terjadi kembali, paling tidak bila terpaksa terjadi bisa diantisipasi dan ditanggulangi sedini mungkin sehingga kerugian seminimal mungkin atau tidak adanya jatuh kurban luka atau meninggal. Karena kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, untuk hal tersebut beberapa waktu yang lalu RSUD dr Harjono mengadakan pelatihan, pelatihan tersebut beruba suprise dimana tidak diumumkan atau diberitahukan lebih dahulu, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan serta kemampuan para pemberi pelayanan (pegawai) mnengenali APAR, sehingga bila sewaktu-waktu ada kejadian sudah siap, dan APAR bukan sekedar hiasan yang menempel pada dinding-dinding ruangan.

Tentunya ada sudah mengenal APAR dan sebagian bingung apa itu APAR, berikut saya jelaskan secara sederhana.

APAR

APAR atau alat pemadam api ringan yaitu peralatan portabel yang dapat dibawa dan dioperasikan dengan tangan, berisi bahan pemadam bertekanann yang dapat disemprotkan dengan tujuan memadamkan api. Alat ini bisa ditemui di setiap ruangan yang ada di RSUD dr Harjono Ponorogo, alat ini digantungkan atau diletakkan pada dinding yang mudah dilihat dan dijangkau. Alat ini berbentuk tabung berwarna merah dengan selang di atasnya. Meski pada tabung tersebut ditempel cara penggunaanya namun ada baiknyadi review kembali agar lebih detail cara penggunaanya

1 . Pecahkan kaca pelindung APAR
Biasanya APAR disimpan menggantung pada dinding dengan kotak kaca pelindung. Dalam keadaan darurat anda diperbolehkan memecahkan kotak kaca pelidungnya. Pecahkan dengan bantuan benda keras seperti kayu atau batu , jika tidak ada pukulah dengan tangan terkuat anda. Tentunya akan sakit dan menyebabkan cedera , untuk meminimalisirnya bungkuslah tangan anda dengan benda yang dapat menhan benturan contohnya busa jika tidak ada coba dengan lap atau jaket. Setelah itu baru pukul kaca pelindung dengan tangan yang udah dibungkus, namun untuk tabung yang ukuran kecil ditaruh tanpa kaca (lemari) pelindung, jadi langsung ambil dari kaitannya.

2 . Periksa tekanan gas
Angkat APAR lalu periksa tekanan gas dengan melihat indikator tekanan pada leher APAr jika jarum masih menunjuk pada area berwarna hijau berarti tekanan APAR masih bagus. Tekanan gas berfungsi untuk memancarkan cairan pemadam pada APAR

3 . Kocok APAR
Sebelum menggunakannya kocok dahulu APAR beberapa kali, hal ini berguna untuk menaikkan tekanan dan lebih mengencerkan cairan pemadam pada APAR. Tentu anda pernah mengocok kaleng berisi soda ketika dibuka pasti akan memancarkan isinya, fenomena ini pun sama seperti yang terjadi jika APAR dikocok.

4 . Semprotkan pada api dengan berada pada jarak aman
Peganglah APAR dan katup pemancar dengan satu tangan terkuat sedangkan satu tangan yang lain memegang selang pemancar. Tekan katup pemancar maka cairan pemadam pada APAR akan keluar melalui selang. Semprotkan pada sumber api , berhati-hatilah karena cairan yang keluar bertekanan tinggi dan bersuhu sangat dingin. Untuk menghindari efek dari 2 hal tersebut semprotkan pada jarak aman yaitu kurang lebih sejauh 1 meter dari sumber api.

Dan berikut poto-poto kegiatannya;