Upaya peningkatan kualitas layanan kegawatdaruratan terus dilakukan di Kabupaten Ponorogo. Salah satunya melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang digelar bagi tenaga kesehatan yang bertugas di lini depan penanganan pasien darurat.

Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari perawat Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Ponorogo, perawat Puskesmas, hingga perawat rumah sakit.

Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap, yakni secara daring pada 28 hingga 30 Maret, kemudian dilanjutkan dengan sesi luring pada 31 Maret hingga 2 April di RSUD setempat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Diklat RSUD Dr. Harjono Ponorogo bekerja sama dengan Pro Emergency.

dr. Kautsar Prastudia Eko Binuko, Sp.A, Kepala Instalasi Diklat RSUD Dr. Harjono menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat.

“Tujuan pelatihan BTCLS ini adalah untuk memperkuat dan meng-update pemahaman serta kemampuan personel gawat darurat di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya. Selasa (31/3/2026)

Ia menegaskan, peningkatan kompetensi ini menjadi kunci dalam penanganan pasien di fase awal. “Penanganan awal yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan pasien, terutama pada kasus kegawatdaruratan jantung dan trauma,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi antar tenaga kesehatan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan kegawatdaruratan. “Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat, sehingga pelayanan menjadi lebih optimal dan terintegrasi,” tambahnya.

Ia juga menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari pelatihan ini. “Harapannya, dengan penanganan awal yang baik, kita bisa menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien gawat darurat di Ponorogo,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan di Ponorogo semakin sigap, profesional, dan terampil dalam memberikan penanganan terbaik bagi pasien dalam kondisi darurat.