Kabar baik bagi perempuan yang mengalami kista ovarium, tumor di rahim, saluran tuba tersumbat. RSUD dr. Harjono S. Ponorogo melayani operasi laparoskopi, yaitu teknik operasi dengan sayatan kecil yang menjadi alternatif dari operasi konvensional atau laparotomi.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Harjono S. Ponorogo, dr. Fanni Priyo Nugroho, Sp.OG, FESICOG menjelaskan laparoskopi dilakukan menggunakan kamera dan instrumen khusus melalui beberapa sayatan kecil pada perut.

“Keuntungannya, luka operasi lebih kecil, nyeri biasanya lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan lama rawat inap bisa lebih singkat,” jelas dr. Fanni. Jum’at (4/9/2026)

Meski demikian, tidak semua kista ovarium dapat ditangani dengan laparoskopi. Pemilihan metode operasi harus disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk ukuran dan karakteristik kista, kecurigaan keganasan, riwayat operasi, serta kondisi organ di dalam perut.

“Jadi tidak selalu laparoskopi lebih baik dan tidak selalu laparotomi lebih baik. Yang paling penting adalah memilih metode yang aman dan sesuai kondisi pasien,” tegasnya.

Sementara itu Sugianto, Kabid Humas RSUD Dr. Harjono S. mengatakan layanan laparoskopi untuk operasi kista ovarium tersebut menjadi yang pertama di Ponorogo dan menambah pilihan layanan bedah minimal invasif bagi masyarakat.

“Kami hadirkan untuk masyarakat Ponorogo dan sekitarnya layanan bedah minimal invasif tangani kista ovarium,tumor rahim, sumbatan pada saluran indung telur, silakan datang dan konsultasi dengan dokter obgyn kami,” pungkasnya.