• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
Ada kiat sederhana yang dikembangkan di Rumah sakit dan kini sedang giat-giatnya dipromosikan yaitu “cuci tangan”, masalah mudah dan sepele dan semua orang bisa melakukan, tapi tidak semudah itu dalam pelaksanaannya. Baik bagi petugas rumah sakit sendiri, terlebih pasien serta pengunjung lainnya.
Dalam rangka hari ulang tahun ke 97 RSU Harjono Ponorogo kemarin (7-11-14) mengadakan lomba ‘dance cuci tangan’ yang diikuti semua ruangan dan istalasi. Dengan harapan sosiliasi ini bermanfaat bagi petugas, pasien, serta pengunjung untuk meminimal angka kejadian penyakit menular yang ditularkan selama dalam komplek rumah sakit.
Berjenisnya jenjang pendidikan, jenis pekerjaan, serta tingkat resiko setiap petugas perlu dibekali pengaman yang murah serta mudah dalam pelakasanaannya. Petugas di kamar operasi sudah terbiasa dalam soal cuci tangan secara steril, namun masih banyak petugas di ruang penyakit menular ataupun tempat terdampak seperti petugas londry, kebersihan, serta dapur umum.
Resiko bagi penunggu dan pengunjung meski kurang begitu nampak, tapi setiap sentuhan tangan terhadap penderita, barang, tempat, serta lingkungan rumah sakit merupakan paparan yang perlu diwaspadai.
Untuk hal itu pihak rumah sakit menyediakan tempat cuci tangan dan cairan anti septic disediat sudut atau tempat terbuka di rumah sakit serta petunjuk pemnggunaannya, namun lagi-lagi fasilitas itu seakan sia-sia karena minimal sekali pengunjung atau penunggu yang memanfaatkannya. Meski ada himbauan untuk selalu cuci tangan sebelum dan seudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien.
 
14153181682058725319
candid ; bukti lewat lomba tarian ini mereka mengikuti
 
Selain disaksikan para petugas, lomba dance itu disaksikan pengunjung, keluarga pasien, serta para psien yang sedang antri menunggu giliran untuk pemeriksaan. Tampak pada gambar diatas seorang ibu lewat jepretan candid saya sedang menirukan cara cuci tangan yang diperagakan group dance di atas panggung. Ini merupakan indikator keberhasilan ivent ini, mendapat respon dari orang luar dan sasaran. Karena mereka menjadi terdampak yang rentan menjadi tertular penyakit tanpa disadarinya.
1415318266256717054
selain tarian masih ditambah presentasi audio visiual
 
Macam-macam kreasi tarian yang diusung peserta, mulai tarian modern, tradisional, India, jathilan reyog, tapi paling banyak lagu-lagu dangdut koplo yang sedang hits seperti “sakitnya di sini”, “wedhus”, “aku rapopo” dan lainya.
Tiap peserta diberi waktu satu lagi serta satu persentasi cuci tangan, mana pesan yang mudah dipahami menjadi penilaian tersendiri selain kekompakan serta koreografi.
 
14153183791777636099
satu menggunakan pamlet, lainya mempergakan
 
 
14153184461543115116
dangdut koplo ini bikin heboh, para bu bidan
  
 
1415318722123111171
tarian India, tanpa Arjuna
 
 
14153185151683587297
 
Juri sempat kewalahan, perlu kejelian untuk menetapakan pemenang, banyaknya group peserta dan banyaknya inovasi koreografi menjadi menariknya penjurian, namun juri berkali-kali menekankan pada pesan cuci tangan serta persentasi cuci tangan.
 
14153217711870455188
dari kewajiban menjadi kebiasaan, dari kebiasaan jadi budaya
 
Dari penyelenggaraan ini diharapkan para petugas melakukan kewajibannya cuci tangan buat pengamanan orang yang ditangani serta pengamanan dirinya sendiri, dari kewajiban menjadi kebiasaan, dan akhina mnejadi budaya.
Bagi pengunjung dan penunggu bisa mengambil hikmah apa pentingnya cuci tangan yang nampak sepele itu tapi berdampak luar biasa. Promosi sederhana yang dikemas dalam nuansa keakraban demi tujuan bersama.
14153185741151334750
wastafel, cairan antiseptic, dan petunjuk penggunaan di tiap sudut dan ruang terbuka di rumah sakit
 
 
Wastapel, cairan antiseptik serta pamlet penggunaan yang terpasang disudut-sudut rumah sakit tidak akan menjadi pajangan lagi.
 
“Mari cuci tangan”
“Ayo hidup bersih”
 
 
*) Salam Njepret
*) Salam Sehat