• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg

 

Bagi sebagian orang hal ini dianggap aib yang memalukan, sehingga penderita akan merahasiakannya rapat-rapat bahkan pada pasangannya, dan biasanya baru menceritakan bila sudah terlanjur semua keluar. Rasanya seperti benda mengganjal di selangkangan, ukuran bisa sebesar gelas bahkan ada yang sebesar kepala, selain sakit pasti sangat mengganggu aktivitas. Dan kebanyakan penderita adalah usia tua atau usia menoupose, namun tak jarang pada usia produktif.

Saya tak akan membahas terlalu jauh soal hal ini, namun akan saya ceritakan pengalaman tentang hal ini yang saya lihat dan saya alami kemarin siang.

Seorang ibu usia 65 tahun, diantar putra-putri serta cucunya. Perlu cara khusus untuk memberi pemahaman tentang hal ini, di samping urusan tabu mereka tidak tahu penyebab dan harus berbuat apa dalam urusan ini.

Tindakan yang paling tepat adalah mengembalikan posisi rahim yang sudah terlanjur keluar untuk dimasukkan lagi, dengan teknik tertentu kami biasa melakukan hal tersebut, dengan pengikatan serta merapatkan jalan lahir semua bisa diatasi dengan rapi kembali.

Namun tidak semudah itu penderita dan keluarga mau menerima opsi yang kami solusikan, alasan malu, usia, pembiayaan atau siapa yang bertanggung jawab.

Seperti ibu yang saya ceritakan di atas mempunyai anak 5 yang kesemuanya sudah berumah tangga, sementara si ibu tinggal sendiri di rumah peninggalan suaminya, dan saban hari masih aktif bekerja di sawah. Menurut anaknya si ibu tidak mau mendengar anjuran anak-anaknya untuk tidak lagi mengurusi lagi sawah agar tidak jatuh sakit, anak-anaknya menyimpulkan sakit yang diderita ibunya karena kecapekan bekerja di sawah, dan si ibu sendiri mengatakan tidak mau merepotkan anak-anaknya yang sudah berumah tangga. Saling menyalahkan antara anak dan ibu.

Dalam keadaan begitu akhirnya saya ambil bicara, menjelaskan kronologis penyakit yang dideritanya. Bahwa penyebab rahimnya melorot karena pada kelahiran anaknya pertama terjadi robekan di jalan lahirnya, dan dulu tidak mendapatkan perawatan yang memadai karena tenaga kesehatan belum sebanyak seperti sekarang ini, begitu pula kelahiran anaknya yang kedua menambah robekan jalan lahir lagi yang telah mengalami robekan pada kelahiran anaknya yang pertama, begitu selanjutnya sampai kelahiran anaknya yang kelima. Selain faktor tersebut di atas ada faktor mengejan akibat bekerja keras angkat beban.

Jadi melorotnya rahim ini yang paling bertanggung jawab adalah orang yang pernah melewati, atau kepala yang pernah lewat di jalan lahir tersebut, siapa mereka? Dialah anak-anak yang pernah tiduran di dalam rahim yang melorot tersebut, dan kepala-kepala anaknya yang pernah merobekkan jalan lahir ibunya sehingga jalan lahir tersebut semakin lebar dan tak lagi mampu menyangga rahim perempuan tua tersebut.

Dan setelah mendapat penjelasan singkat tersebut kelima anak dan ibu tersebut saling menangis dan berpelukan, sungguh haru suasana, dan akhirnya tadi pagi perempuan tua tersebut telah selesai operasi ditungguhi anak-anaknya.

 

*) Salam Sehat
*) Percayakan kepada kami masalah kesehatan yang anda alami
*) Tulisan ini ditulis oleh Nanang Diyanto dan HeadLine di Kompasiana

Berita Terbaru

Salam Naga, Tradisi Hari Pertama Masuk Pasca Lebaran

Ponorogo, 22 Juli 2015

Salam Naga, entah siapa dan kapan memulai menggunakan istilah tersebut. Ini merupakan tradisi kantor-kantor yang mempunyai karyawan banyak, dan dilakukan pada hari pertama masuk kerja setelah liburan lebaran. Biasanya sesama karyawan saling bersalaman berjajar dan saling menyambung mirip naga, untuk tempat yang sempit bisa meliuk-liuk seberti lilitan ular naga, namun untuk tempat yang luas bisa memanjang mirip naga atau bahkan rangkaian gerbong kereta api. Biasnya dilakukan ditempat lapang atau halaman luar yang luas.

Selengkapnya...

Pentingnya Akreditasi Rumah Sakit

14105013931924134698

drg. Priyo Langgeng Tribinuko, MM membuka acara selaku direktur RSUD Harjono 

Bertempat di aula Sidomukti direktur RSU dr. Harjono Ponorogo drg. Priyo Langgeng Tribinuko MM membuka pembekalan bagi petugas-petugas yang telah ditunjuk dan disusun dalam kelompok-kelompok kerja (Pokja). Dalam sambutanya direktur menjelaskan lagi pentingnya akreditasi, dan sejarah akreditasi di RSU dr Harjono, serta harapan-harapan kepada semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi ini. Ibarat dikejar anjing semua siap dan tidak siap harus menyiapkan diri, begitu direktur mengumpamakan.

Selengkapnya...

Ber-Ramadhan di Rumah Sakit

 

“Untung dan buntung tidak bisa ditolak dan dihindari, tinggal bagaimana kita menyikapi”

Sebagian besar umat muslim berharap bisa ber-Ramadhan di rumah bersama keluarga, menjalankan puasa, sholat tarawih, dan ibadah lainya. Namun apa daya manusia berencana dan Pencipta tentunya yang menentukan.

Selengkapnya...

Gebyak Akreditasi RSUD dr. Harjono S Ponorogo

Penandana tanganan komitmen bersama pada kain putih panjang

Ponorogo, 12/ 06/ 2015

Bertempat di halaman depan RSUD dr Harjono Ponorogo, Bapak Bupati Ponorogo menjadi penerima apel besar yang bertajuk "Gebyak Akreditasi Gemregah Bareng Yok Anyengkuyung Akreditasi di RSUD dr Harjono Ponorogo".

Acara tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari berbagai pihak terutama dari pihak Pemda dalam hal ini Bupati dengan jajarannya, jajaran muspida (TNI dan Polri), Bank Jatim, LSM dan komitmen bersama semua para karyawan. Karena akreditasi adalah kebutuhan dan tanggung jawab semua, terlebih lagi RSUD dr Harjono S adalah rumah sakit milik pemerintah yang otomatis milik rakyat di Ponorogo. Sebagai bapak-nya intansi-intansi punya kewajiban ketika anaknya (RSUD dr Harjono Ponorogo) punyai gawe, suport ini diberikan agar suksesnya akreditasi yang sedang dipersiapkan. Keberhasilan akreditasi adalah keberhasilan bersama, keberhasilan RSUD dr Harjono Ponorogo, keberhasilan Pemda Ponorogo, dan keberhasilan seluruh masyarakat Ponorogo.

Selengkapnya...

Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

 

Selengkapnya...

Rahim Melorot (Prolaps Uteri) Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Rahim Melorot, Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?

"yang paling bertanggung jawab adalah orang yang pernah melewati"

 

Prolaps uteri adalah rahim yang keluar atau menonjol di vagina (jalan lahir) orang Jawa sering bilang kandungannya melorot. Dan dunia medis mengatakan prolapsus uteri adalah pergeseran letak uterus ke bawah sehingga serviks berada di dalam orifisium vagina (derajat I), serviks berada di luar orifisium vagina (derajat II), atau seluruhnya uterus berada di luar orifisium.

Selengkapnya...

Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegiptyatau Aedes albopictusberkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

 

Selengkapnya...